Mendes PDTT: Fokus Dana Desa 2022 untuk Atasi Kemiskinan Ekstrim Akibat Pandemi
Kabar Desa Media Desa

Mendes PDTT: Fokus Dana Desa 2022 untuk Atasi Kemiskinan Ekstrim Akibat Pandemi

Mendes PDTT: Fokus Dana Desa 2022 untuk Atasi Kemiskinan Ekstrim Akibat Pandemi

 


Media Desa _  Pandemi Covid-19 berdampak besar pada peningkatan jumlah penduduk miskin di tingkat desa selama dua tahun terakhir. Penggunaan dana desa pada tahun 2022 menjadi prioritas untuk membantu warga desa yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrim.

Oleh karena itu, penggunaan dana desa pada tahun 2022 akan menjadi prioritas untuk membantu warga desa yang termasuk dalam kategori kemiskinan ekstrim.

“Diperkirakan ada sekitar 7,3 juta warga desa yang masuk kategori miskin ekstrim akibat pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir. Untuk itu penggunaan dana desa 2022 diprioritaskan untuk penanganan kemiskinan ekstrem di level desa,” ujar Menteri Desa Pembangunan Dearah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam sosialisasi Permendes Nomor 7 tahun 2021 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun anggaran 2022 untuk Indonesia Wilayah Timur yang digelar secara hybrid, Selasa (21/9/2021).

Dia mengklaim bahwa pandemi Covid-19 telah meningkatkan angka kemiskinan dan meningkatkan kedalaman dan keparahan kemiskinan baik di perkotaan maupun pedesaan. Saat ini, kemiskinan ekstrim di Indonesia mencapai 4 persen atau mencakup 10,9 juta orang.

“Mayoritas dari warga miskin ekstrem tersebut tinggal di desa. Oleh karena itu maka dibutuhkan kerja keras secara terpadu termasuk dari pemerintah daerah agar kemiskinan ekstrem ini bisa segera tertangani,” katanya.

Menteri Gus, panggilan akrab Abdul Halim Iskandar, mengatakan rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes) harus sejalan dengan SDGs desa. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh daerah untuk membantu desa segera menyelesaikan pemutakhiran data SDG desa.

Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh daerah untuk membantu desa segera menyelesaikan pemutakhiran data SDG desa.

“Langkah-langkah yang sedang dan akan ditempuh oleh Bapak Wakil Presiden yang merupakan tindak lanjut atas amanah Pak Presiden agar tahun 2024 Indonesia terbebas dari kemiskinan kronis, bahkan Pak Presiden menyatakan tegas nol persen dari kemiskinan kronis, maka data desa sangat dibutuhkan,” ujar Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Ia mengatakan, penting untuk melengkapi update data SDG desa untuk melihat dengan jelas data masyarakat miskin kronis di desa-desa dengan masalah nyata.

Dengan demikian, alokasi dana desa untuk mengatasi kemiskinan kronis di desa menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

“Penanganan kemiskinan kronis kalau berbasis data mikro, pasti akan tepat sasaran, pasti akan terukur, dan pasti akan mudah dilihat hasil capaiannya,” ujarnya.

Di sisi lain, Gus Halim berharap total anggaran dana desa pada 2022 tidak berkurang dan tetap sebesar 72 triliun rupiah.

Seperti diketahui, dana desa disalurkan ke seluruh desa dengan total anggaran Rp 20,67 triliun pada 2015, Rp 46,98 triliun pada 2016, Rp 60 triliun pada 2017, Rp 60 triliun pada 2018 dan 2019. disalurkan Rp 71 triliun dan pada 2021. itu akan menjadi 72 triliun.

 


Mendes PDTT: Fokus Dana Desa 2022 untuk Atasi Kemiskinan Ekstrim Akibat Pandemi

5 Replies to “Mendes PDTT: Fokus Dana Desa 2022 untuk Atasi Kemiskinan Ekstrim Akibat Pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *