Sri Mulyani Meminta Pengawasan Belanja Dana Desa
Kabar Desa Media Desa

Sri Mulyani Meminta Pengawasan Belanja Dana Desa

Sri Mulyani Meminta Pengawasan Belanja Dana Desa _ Pengawasan belanja dana desa tentunya perlu dilakukan. Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta masyarakat untuk mengawasi. Selain itu juga memberikan masukan yang baik kepada pemerintah pusatnya. Hal ini terkait sosialisasi pemahaman transfer keuangan dan dana desa (TKDD) kepada masyarakat.

Sri Mulyani Meminta Pengawasan Belanja Dana Desa

 

Kunjungi Juga :

1. Contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB) Non Fisik Dana Desa 2021

2. Alokasi Dana Desa Terus Membengkak | Jadi Perbicangan Menarik

3. Sri Mulyani Meminta Pengawasan Belanja Dana Desa

4. Keputusan Menteri Desa PDTT | Nomor 40 Tahun 2021

 

Perlunya Pengawasan Belanja Dana Desa

Belanja TKDD yang mencapai Rp 800 triliun itu, rakyat juga perlu memahami. Kemudian rakyat juga ikut mengawasi dan memberikan masukan untuk pemerintah daerah. Sri Mulyani mengakui, tidak mudah untuk mengajak masyarakat memahami hal tersebut. Salah satu segmen dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yaitu TKDD.

Hal ini karena TKDD membutuhkan sepertiga dari APBN. TKDD Tahun Anggaran 2021 yang sebesar Rp 795 triliun. Anggaran tersebut harapannya dapat mendorong pemerintah daerah sebagai upaya pemulihan ekonomi. Selain itu juga pemulihan pendidikan dan kesehatan. Bentuk dukungan pemulihan dan penguatan ekonomi nasional.

Dikutip dari buku APBN edisi Mei 2021, realisasi penyaluran TKD per 30 April 2021 sebesar Rp 233,21 triliun. Realisasi tersebut menunjukkan adanya penurunan sebesar 3,37 persen. Tentunya yang dipengaruhi berbagai kendala di beberapa daerah. Dalam pemenuhan syarat pelaporannya untuk penyaluran dana alokasi umum (DAU).

Sri Mulyani juga berkesempatan berdialog dengan para finalis lomba bedah data APBD. Tentunya yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Salah satunya dari Agung GASPOL.

Kepada Sri Mulyani, Agung meminta agar Kementerian Keuangan dan Kementerian Lembaga lainnya. Untuk memperbanyak diklat pelatihan IT dan mempelajari data analitik. Sehingga dasarnya bukan dari IT, bisa mengikuti belajar data analitiknya.

Mendengar permintaan tersebut, bendahara negara itu langsung mengabulkannya. Kemudian, Sri Mulyani pun langsung meminta untuk Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Direksi Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) menambah kurikulum mengenai data analitik. 

Bahkan rencananya penambahan kurikulum STAN ini akan diawasi oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Namun, Sri Mulyani tidak menyebutkan secara pasti data analitik. Tentunya yang akan ditambahkan dalam kurikulum STAN. Tugas baru yang dari Agung menjadi tambahan pekerjaannya.

Pengawasan belanja dana desa yang juga perlu dilakukan oleh rakyat. Selain itu memberikan masukan untuk pemerintah daerah.

 


Harga dan Spesifikasi Epson EcoTank L15150 A3 Mei 2021

Download Driver Epson L5190 Terbaru Gratis 32/64-bit

One Reply to “Sri Mulyani Meminta Pengawasan Belanja Dana Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published.